Confessions:

First, this is my true confessions so, listen carefully.

“Aku gadis remaja berkacamata minus.

B/ Tinggi 160 cm, berat badan ga tentu–aku ga kurus tapi ga gemuk. Kulitku sawo mateng–very indonesian. ._. Not very popular, menurutku. Always failed in love thing ;[ and not very popular in juniors and seniors.

I never–and never want to–have a soulmate. I’m not really beautiful. -_-” Dan gak terlalu gaul. Dan gaada yang pernah suka sama aku. \m/

Aku selalu dikatain alim, dikatain suka Romi, padahal enggak–dan nggak tau kenapa, aku selalu ngerasa bahwa sebenernya peoples is underestimating me. ._.v But I know I can’t just judge them. That’s all about me.”

Yep. Interaksi luar dengan diri kita kadang suka memengaruhi kepercayaan diri kita.

It happens on me.

I always feel not confidence, I loose it.

Rasanya aku iri ngeliat temen-temenku yang populer diantara cowok, yang berkulit putih, tinggi, berwajah cute or pretty, populer, smart, disukain banyak cowok, who’s not envy?

Aku pengen sembunyi kalo temen-temenku udah cerita, misalnya ada cowok yang dari sms-smsnya careย and ada tanda-tanda cowok itu suka sama dia. Atau pas ngeliat temen-temenku dikelilingin banyak orang karena dia memang menonjol.

Atau mereka yang pintar dan have a good looking, sepaket dan mereka yang disegani.

Rasanya aku pengen jatuh ke dalam jurang, jurang itu nutup dan aku nggak muncul lagi. Pengen tenggelem di laut tanpa dasar dan nggak naik keatas lagi. Rasanya, dan ini yang selalu kurasain kalo aku terdesak di situasi itu, aku pengen pulang–menjauh dari sekolah, dan bergulat sendiri dengan novel dan netbook-ku, sibuk ngetik sampe aku capek.

Honestly, I’m an independent girl. I don’t really like teamwork–even though sometimes I like it, depends of it–and I prefer work by myself and my imaginations.

Ya, kalo mereka udah mulai curhat ke aku, dalam hati aku selalu teriak.

Stop it. Stop it, change topic, I can’t take it… Please

Or maybe, Why them? Why not me? Why?

Yeah, it really happen to me. Maybe that’s why I prefer home-schooling than a regular school.

Kepercayaan adalah bagian dari kehidupan kita.

Tanpa percaya diri, secara nggak sadar kita mulai hancur sedikit demi sedikit.

Dan yeah, as a teenager, we must face things like that.

And, okay, it was all of my confessions.

But y’know what?

Itu adalah masa lalu dalam perjalanan kecilku dalam kehidupan. Mungkin tadinya aku sangat gampang ga percaya diri, gampang banget putus asa, gampang banget nyerah dan ngiri sama orang lain…

Not now anymore. ๐Ÿ˜€

The best teacher is experience, inget pepatah itu kan??

Aku telah berusaha melewati fase kesulitan seperti itu–bagian dari kehidupan remaja. And I’m certainly sure that you can face it too. ๐Ÿ™‚

I’ll give you tips! Hahaha I dunno if it’ll help you or not, but why not just try?

1. Ignore Others!ย 

Ini paling penting loh. Cuekin yang lain. Maksudnya?

Bukan dalam artian, misalnya ada temen mau curhat, trus pas topiknya bikin kita ngiri tingkat dewa kita asal ngabur kayak maling gayung.

It’s not a good behavior. As friend, aku sendiri punya prinsip: One friend is too little, Many enemies is too many. Aku juga berprinsip, aku harus selalu ada buat mereka, temen-temenku dan selalu bikin mereka bahagia.

Bukan berarti kita berprinsip begitu kita pengecut, absolutely not! Kita nggak suka nyari ribut, tapi kalo diajak ribut, ya ladenin. Namun, lebih baik damai.

Pokoknya, kita harus berpikiran bahwa, God made me like this. It’s a miracle.

It’s the best for me. Dan percayalah, ALWAYS believe, peoples love the way we are so don’t change yourself except for the bad things. :)) Jadi, jangan peduliin komentar ga bener tentang kita, semua yang ga bener.

It’s my life, why you bother? ๐Ÿ˜€

2. Remember Peoples Who R not As Lucky As You…

Nah, saatnya kita liat kebawah!

Bukan dalam artian nengok ngeliat sikil kita–iuh. -___-”

Tapi let’s see those peoples such as beggar, penjual-penjual, orphans, and other. Kita lebih beruntung–jauh lebih beruntung dari mereka. Aku pernah, dalam masa pencarian jati diri, seringkali akuย down. Dan saat itu, Tuhan kayak tiba-tiba ngasih ilham, aku ngebayangin jadi anak pemulung.

Ga pernah sekolah. Harus kerja tiap hari, mikir mau makan apa, berusaha keras biar bisa makan, gapunya temen dan akan susah dengan kondisi begitu.

Dibandingkan sama kita, kita tuh beruntung banget! T_T Suddenly I feel very stupid all this time. Keputus asaanku ini belum seberapa dibanding kerja keras para orang-orang kurang beruntung itu. Aku ngerasa bodoh banget, dan dalam sekejap, kegalauanku hilang, berganti dengan confidence kuat. :))) Coba deh, Insya Alloh you may find your confidence.

3. Find Some Activities

Menyibukkan diri kayaknya bisa dijadiin solusi, bisa enggak. Hehehe LOL yaah pokoknya kan semakin kita kosong dan banyak bengong, semakin gampang galau dan merasa putus asa lagi. My advice, do some activities such as join a useful organizations, or go to library, study about everything, get closer to God–important.

Yeupp Insya Alloh kalo semua bisa dijalanin, we’ll be okay! :DDD

It’s okay, it’s usual as teenager. ๐Ÿ™‚

Hahaha…

Oh yeah, for the records, I’ll tell you about soul mates.

Sometimes, y’all feel that he/she’s your true love, you become soul mate, and finally, you guys broke up.

Yeah, pacaran pas remaja tuh, once again I say, gaada manfaatnyaa! Pasti–pastii–ujung-ujungnya putus. Sadar deh! Kalian pacaran dan pasti nanti putus. Kalian kan gamungkin abis itu langsung nikah, terlalu muda. Kecuali kalo masa-masa ta’aruf ato pendekatan ke calon pasangan hidup, *asek*

beneran deh! ><” Aku udah berusaha pake sudut pandang kalian, tapi ujungnya selalu sama. Why? Dan abis itu pasti mereka–temen-temenku pada galau. Galau akut yang tingkat dewa. Harusnya kalian udah prepare akan hal itu lah. Salah sendiri pake pacaran. -_-”

Dan untuk kalian yang selalu gagal dalam masalah begituan atau bahkan galau, jangan sedih, don’t be sad!

You guys aren’t God, of course, right?

Kita kan nggak tau jodoh kita nanti siapa. Dan God already had chosen your soul mate. Your wife. Your husband.

Jadi, jangan terlalu mencintai seseorang! Jangan berpikir bahwa pasti itu jodoh kalian. Relakan aja kalo kalian gagal, ikhlas ya. Aku juga selalu positive thinking. :] Percaya apa enggak, aku aja sering gagal kalo suka orang. -_-” Tapi aku pinya prinsip, “Who knows he’s my real soul mate or not? Only God knows, so I’ll just wait and keep moving forward.” Simple, right?

hahaha

The main thing is, don’t loose your self confidence. Always be positive and be happy. This life’s short, be close to God and do the good things.

I’m sure, you’ll see what’s the real meaning of life.

Enjoy Your Life! :DD

Cheers!

Enjoy! ๐Ÿ˜€

 

Advertisements