Bintang

Cute!

Sosok kecil dan imut itu berdiri di tengah lorong, di gedung sekolah yang sudah nggak asing lagi.

Dia berdiri dalam diam, entah menunggu apa.

Aku diam saja, ngeliat dia, memerhatikan setiap detil ekspresinya.

Terus, dengan tiba-tiba ia tersenyum lebar dan lucu banget ngeliatnya, nyengir dan berteriak dengan suaranya yang lucu–setiap orang yang mendengarnya pasti gemas dan ingin sekali memeluknya–“Hanne!”

Ya, namanya adalah Bintang.

Sosok itu, imut, kecil, lucu dan cantik.

Bintang, aku nggak pernah–dan nggak mau–kesel dan benci sama dia.

Bintang, teman lama, teman baru dan teman selamanya yang paling menempel.

Dia pintar, sosok tubuhnya yang imut membuatnya semakin digemasi orang.

Ia teman sekelasku selama dua tahun, di kelas pertamaku, kelas 7 Cordova C–kelas yang penuh kenangan awal-awal masuk ke jenjang SMP.

Suaranya, selalu bikin aku pengen mencubit dia, meluk dia.

Ohohoho aku suka meluk tubuh kecilnya.

She’s just like my little sister. πŸ˜€

Bintang.

Gak banyak yang aku tau tentang dia.

Dan menurut dia juga, aku adalah misteri yang harus dipecahkan(kata-kata ini selalu bikin aku mengolah akal. hehehe)

Tapi bagi kami mengetahui satu sama lain nggak harus secara komunikasi mengobrol atau berinteraksi.

Bukan dengan cara melakukan persahabatan yang biasa, saling curhat dan segalanya.

Tapi dengan perilaku.

Aku selalu ngucapin satu kata setiap ketemu dia.

“Bintaaaang!”

Dia bakal tersenyum, aku peluk bahunya.

Atau bahkan aku genggam kedua bahunya dengan kedua tanganku.

Lalu kami saling berpandangan dengan cara yang biasa kalau dilihat sekilas sama orang-orang.

Tapi, sebenarnya kami lagi berinteraksi dengan cara kami.

Aku bisa membaca mimik mukanya–walaupun belum tentu bener. Aku ngeliat dia kedalem matanya yang besar penuh rasa ingin tahu, mencari-cari apa ada sebuah kesedihan atau sesuatu yg tersembunyi.

Inilah yang kutafsirkan dari apa yang kulakukan sama Bintang, gatau di Bintangnya. ._.v

Over all…

Bintang sahabatku yang unik dan lucu, dan aku sayang dia sebagai teman dan adik kecil yang harus dilindungin.

Kalau dia sedih, aku tanya, “Bintang kenapa?”

Aku peluk dia di kedua bahunya, tanpa bicara kami diam seakan-akan sedang berinteraksi secara normal.

Bintang, Bintang.

Ini pertama kalinya aku punya temen kayak kamu.

Selalu jadi dirimu sendiri ya. :3

Selalu jadi Bintang yang sebenarnya, yang ramah, baik dan peduli.

Semangat dan selalu semangat!

Selalu cinta kucing, sama kayak aku. Selalu cinta komik! hehe

Pokoknya, Bintang, you’re my true shiny star.

πŸ˜€

Our Friendship Hope Last Forever!

Footnote:

This post is a reply-post to Bintang’s post about me, in her officially blog–click here!

Keep moving!!! Fighting!

Advertisements